Jumat, 12 Desember 2014

Pola Kehidupan Masyarakat Indonesia Seiring dengan Perkembangan Zaman

        Perkembangan zaman di Indonesia semakin lama sudah semakin canggih dan memiliki perubahan yang sangat pesat dan sangat berpengaruh besar bagi masyarakat di Indonesia. Seiring dengan perkembangan zaman inilah banyak budaya baru yang muncul dan disertai dengan banyak pertentangan di masyarakat. Budaya baru ini akan sangat berdampak buruk bagi pola kehidupan masyarakat di Indonesia, apabila masyarakat Indonesia tidak mampu mengadopsinya dengan baik. Perkembangan budaya masyarakat Indonesia sudah dalam masa peralihan dari budaya tradisional ke budaya modern. Hal ini tentu berpengaruh besar bagi pola kehidupan masyarakat yang telah berubah dari masyarakat tradisional ke masyarakat modern. Perubahan zaman ini tidak pernah lepas dari faktor yang mempengaruhinya seperti Globalisasi, Modernisasi, dan Westernisasi. Perubahan zaman yang memiliki pengaruh yang sangat besar ini memiliki sisi positif dan sisi negative bagi pola kehidupan masyarakat di Indonesia. Itulah sebabnya mengapa penulis memilih topik ini menjadi pembahasan dengan judul “Pola Kehidupan Masyarakat di Indonesia Seiring Perkembangan Zaman”.
            Alasan penulis ingin mengulas mengenai “Pola Kehidupan Masyarakat di Indonesia Seiring Perkembangan Zaman” adalah karena kini banyak masyarakat Indonesia yang tidak tertutup kemungkinan bagi golongan muda maupun golongan tua yang telah mengikuti dan menggantungkan hidupnya pada perkembangan zaman. Dan kini tidak sedikit pula masyarakat Indonesia yang menyalahgunakan perkembangan zaman ini di dalam kehidupan mereka. Perkembangan zaman ini banyak sekali mengubah pola kehidupan masyarakat Indonesia mulai dari segi berpakaian, sarana komunikasi, wawasan manusia, dan sumber pangan manusia. Masyarakat yang hidup di zaman kini atau yang biasa disebut dengan masyarakat modern adalah masyarakat yang sebagian besar warganya mempunyai orientasi nilai budaya yang terarah ke kehidupan dalam peradaban dunia masa kini. Masyarakat modern relative bebas dari kekuasaan adat istiadat lama, karena mengalami perubahan dalam perkembangan zaman dewasa ini. Sedangkan, masyarakat tradisional adalah masyarakat yang kehidupannya masih banyak dikuasai oleh adat istiadat lama. Adat istiadat adalah suatu aturan yang sudah mantap dan mencakup segala konsepsi sistem budaya yang mengatur tindakan atau perbuatan manusia dalam kehidupan sosialnya. Sehingga, masyarakat tradisional di dalam melangsungkan kehidupannya masih di dasarkan pada cara-cara atau kebiasaan-kebiasaan lama yang masih diwarisi dari nenek moyangnya.
           
                        



Pengaruh Perkembangan zaman bagi Pola Kehidupan Masyarakat Indonesia

        Berbagai bentuk perubahan-perubahan yang terjadi di dalam pola kehidupan masyarakat Indonesia akibat pesatnya perkembangan zaman kini sudah tak jarang lagi kita lihat. Perkembangan zaman kini sudah terlalu jauh mempengaruhi pola kehidupan masyarakat Indonesia. Hal ini di akibatkan karena besarnya faktor-faktor yang mempengaruhinya seperti Globalisasi, Modernisasi, dan Westernisasi. Sebagian warga masyarakat modern kini juga telah melangsungkan budaya kehidupannya ke arah peradaban dunia masa kini. Inilah perbedaan yang terjadi antara pola kehidupan masyarakat tradisonal dengan pola kehidupan masyarakat modern akibat perkembangan zaman.
            Dilihat dari segi faktor-faktor yang mempengaruhinya :
1.    Globalisasi
Globalisasi adalah salah satu istilah yang popular dan banyak di gunakan dalam kehidupan sehari-hari. Globalisasi merupakan perkembangan kotemporer yang mempunyai pengaruh dalam mendorong berbagai kemungkinan tentang perubahan dunia yang berlangsung. Pengaruh globalisasi akan dapat menghilangkanberbagai halangan dan rintangan yang manjadikan dunia semakin terbuka dan saling bergantung satu sama lainnya, globalisasi akan membawa perspektif baru bagi dunia tanpa tapal batas yang saat ini diterima sebagai realita masa depan yang akan mempengaruhi perkembangan budaya dan membawa perubahan baru. Globalisasi berpengaruh pada hampir semua aspek kehidupan masyarakat. Ada masyarakat yang dapat menerima adanya globalisasi, seperti generasi muda, penduduk dengan status sosial yang tinggi, dan masyarakat kota. Namun, ada pula masyarakat yang sulit menerima atau bahkan menolak globalisasi seperti masyarakat di daerah terpencil, generasi tua yang kehidupannya stagnan, dan masyarakat yang belum siap baik fisik maupun mental.  Globalisasi tidak berlangsung begitu saja, melainkan melalui saluran-saluran seperti:
ü  Media massa
ü  Sosial Media
ü  Kesenian


a)    Media Massa
Media massa adalah salah satu bentuk kemajuan teknologi dalam bidang informasi dan komunikasi. Tanpa sadar, media massa telah membawa masyarakat masuk kepada pola budaya baru dan mulai menentukan pola pikir serta perilaku masyarakat. Beberapa contoh mengenai media massa yakni seperti koran, televisi, handphone, dan lain sebagainya. Bagi masyarakat tradisional menganggap media massa adalah salah satu sarana komunikasi dan informasi yang memiliki kekuatan gaib saat sewaktu pertama kali mengenalnya, sebab media massa dapat membuat seseorang melihat dan mengetahui tempat-tempat yang belum pernah dikunjungi serta mengenal orang-orang yang belum pernah di temuinya. Sedangkan bagi masyarakat modern media massa adalah salah satu sarana komunikasi yang bisa di gunakan untuk mencari sebuah informasi yang sedang dibutuhkan seperti mencari style baju terbaru, gaya rambut terbaru, fashion terbaru dan sebagainya, sehingga mengajak masyarakat modern untuk menirunya. Media massa juga di gunakan oleh masyarakat modern untuk berkomunikasi dengan orang-orang yang dikenal ataupun yang tidak dikenalnya untuk berbagi pengalaman, bertukar pikiran, serta menambah pengalaman dan wawasan mereka.

b) Media Sosial
     Media social adalah salah satu sarana komunikasi online, yang dengan mudah digunakan oleh semua kalangan. Media social dapat membantu masyarakat diseluruh dunia untuk memperoleh sebuah informasi yang di butuhkan dan untuk membantu jalannya komunikasi dari satu orang ke orang yang lain baik dengan jarak yang dekat maupun jarak jauh, baik dengan orang yang di kenal ataupun dengan orang yang tidak di kenal. Contoh dari media sosial di bagi menjadi dua, yakni :
Ø  Media sosial di zaman dulu yakni seperti :
·         Friendster : Friendster adalah situs yang mirip dengan yahoo, yang bisa di gunakan oleh penggunanya untuk mengirim e-mail kepada pengguna lainnya, dapat juga di gunakan untuk mecari teman, mempublikasikan profil pribadi, serta melengkapinya dengan foto.
·         Messanger : Messanger adalah situs yang di gunakan oleh penggunanya umtuk mengirim pesan kepada pengguna lainnya.

Media social di zaman dulu ini, memberi pengaruh yang positif bagi semua kalangan yang menggunakan media sosial tersebut. Karena, kalangan pengguna pada masa itu benar-benar memanfaatkan kegunaan media social dengan baik, sehingga tidak menimbulkan kejadian-kejadian yang merugikan dan meresahkan masyarakat, baik masyarakat yang menggunakannya maupun masyarakat yang tidsk menggunakannya.

Ø  Media sosial di zaman modern (sekarang) yakni seperti :
·         Path : Sebuah aplikasi jejaringan social yang berjalan di perangkat mobile yang di gunakan untuk berbagi pesan dan juga gambar oleh penggunanya.
·         Skype : Sebuah aplikasi yang digunakan pengguna untuk berkomunikasi dengan orang lain dengan teknologi Peer to Peer.
·         Facebook : Sebuah aplikasi yang banyak di gunakan oleh kalangan masyarakat di zaman sekarang yang biasanya digunakan untuk berkomunikasi dengan orang lain, memasukkan foto dan video yang di inginkan oleh pengguna, dan lain sebagainya.
·         BBM : Sebuah aplikasi untuk mengirimkan pesan instan yang di sediakan oleh para pengguna perangkat Blackberry maupun Android.
·         Ask.fm : Salah satu web social network dimana penggunanya bisa bertanya apapun ke pengguna lain sesuai dengan namanya.
Media social di zaman modern ini memberi pengaruh yang positif maupun negative oleh para penggunanya.

Adapun pengaruh positif dan negative yang di berikan oleh media social tersebut adalah :
v  Pengaruh Positif
§  Menambah wawasan pengguna.
§  Membantu kalangan pengguna untuk berinteraksi dengan mudah dengan kalangan pengguna lainnya.
§  Memperluas jaringan pertemanan.
§  Media pertukaran data.
§  Kemudahan mempereloh informasi.
v  Pengaruh Negatif
§  Membuat anak dan remaja menjadi malas belajar.
§  Membuat anak dan remaja menjadi lebih mementingkan diri sendiri.
§  Lahan subur bagi predator untuk melakukan kejahatan.
§  Membuat pengguna menjadi kecanduan.
§  Membuat anak dan remaja menjadi tidak ada aturan dalam ejaan dan tata Bahasa di jejaringan social.

C) Kesenian
     Kesenian adalah bagian dari budaya dan merupakan sarana yang digunakan untuk mengekspresikan rasa keindahan dari dalam jiwa manusia, menentukan norma untuk perilaku yang teratur serta meneruskan adat dan nilai-nillai kebudayaan. Bagi masyarakat tradisional, kesenian adalah unsur kesenian yang menjadi bagian hidup masyarakat dalam suatu suku bangsa tertentu.  
      Bagi masyarakat tradisional, kesenian adalah budaya yang melambangkan ciri khas daerah tersebut. Contoh kesenian tradisional:
o   Seni Tari Tradisional
Misalnya : Tari untuk menyambut tamu, tarian jaipong, tari legong (Bali), tari seudati (Aceh), dan lain sebagainya.
o   Seni Musik Tradisional
Misalnya : Angklung, kecapi, gong, dan lain sebagainya, yang aliran musiknya lebih mengarah ke melayu, dan dangdut.
Bagi masyarakat modern, kesenian hanyalah sebagai sarana hiburan untuk mengapresiasikan ide-ide yang ada di dalam pikiran seseorang. Contoh kesenian modern : 
o   Seni Tari Modern
Misalnya : hip-hop dance, concert dance, break dance, R&B dance, freestyle dance, dan yang terakhir ballroom dance ( Robot dance / robotic, Blood - Elf dance, Break dance, dan lain sebagainya).

o   Seni Musik Modern
Misalnya : Gitar listrik, drum, keyboard, harfa, biola, dan lain sebagainya, yang aliran musiknya lebih mengarah ke pop, R&B, rock.


2) Modernisasi

      Modernisasi adalah proses perubahan masyarakat dari masyarakat tradisional menuju masyarakat modern. Perubahan yang terarah dalam pengertian modernisasi ini adalah perubahan yang terarah dan didasarkan atas suatu perencanaan. Dewasa ini pola dan gaya hidup modern semakin menggejala di dalam masyarakat. Modernisasi selalu meningkatkan pola hidup, kebiasaan makan berlebihan, terlalu banyak aktivitas, banyak merokok dan kurang istirahat.
      Masyarakat tradisional adalah masyarakat yang masih kental dengan adat istiadat setempat yang dianut secara turun temurun. Masyarakat tradisional selalu diidentikkan dengan masyarakat desa, meskipun tidak semua masyarakat desa bersifat tradisional. Masyarakat tradisional individu tidak bisa dipisahkan dari lingkungannya. Mereka berhubungan dengan alam secara langsung dan terbuka. Pola makan dan keistirahatan masyarakat tradisional lebih teratur. Sehingga, kekebalan tubuh masyarakat tradisional lebih kuat dan masyarakat tradisional pun lebih percaya pada pengobatan herbal yang terdiri dari bahan-bahan alami untuk kesehatan tubuh mereka.
        Masyarakat modern adalah masyarakat yang lebih mengedepankan rasionalitas dan lebih terbuka pada hal-hal yang baru. Seiring dengan perkembangan zaman yang sangat pesat, mengakibatkan semakin banyaknya pula aktivitas-aktivitas baru dan produk-produk baru yang sering dilakukan dan dikonsumsi oleh masyarakat modern, seperti bekerja hingga larut malam, bermain game online, mengerjakan tugas, selalu sibuk untuk memainkan handphone, mengkonsumsi kosmetik yang berlebihan, merokok, meminum-minuman keras, mengkonsumsi narkoba, dan lain sebagainya, hingga membuat masyarakat tersebut menjadi kurang memperhatikan pola makan mereka, dan kurang beristirahat bahkan tidak memperdulikan hidup mereka hingga membuat masyarakat modern lebih mudah terserang  penyakit, mulai dari penyakit yang mudah di obati (ringan) hingga penyakit yang sulit untuk di obati (kritis). Masyarakat modern juga lebih mempercayai pengobatan medis yang terdiri dari zat-zat kimia.

3) Westernisasi

       Westernisasi sudah berkembang di masyarakat luas. Dan hal ini menuntut kita untuk mewaspadai manakah yang bisa diterima dan mana yang tidak perlu diikuti.Westernisasi adalah arus besar dalam dimensi politik, social, kultur budaya, pengetahuan dan seni untuk mengubah karakter kehidupan bangsa bangsa di dunia secara umum dan negara-negara Islam khusunya menjadi paham-paham barat. Hal itu dilakukan demi tujuan menghilangkan karakter dasar mereka dan menjadikan mereka anggota keluarga yang loyal terhadap peradaban barat. Sedangkan Eka Gunawan, dalam bukunya Modernisasi, Westernisasi, dan Sekuiarisasi, menjelaskan konsep westernisasi sebagai suatu proses peniruan olehsuatu masyarakat / negara tentang kebudayaan negara-negara barat yang dianggap lebih daripada kebudayaan negara sendiri. Ia menjelaskan bahwa antara ketiganya, yaitu :
ü  Modrnisasi, westernisasi, dan sekularisasi sama-sama mempunyai kepentingan soal duniawi.
ü  Sama-sama meiliki unsur-unsur dari dunia barat.
ü  Sama-sama merupakan hasil perbandingan dari berbagai aspek kehidupan manusia yang dirasionalkan.
ü  Sama-sama merupakan suatu proses perubahan dari suatu yang dianggap kurang menjadi sesuatu yang dianggap lebih bagi penganutnya.
Namun, tetap secara substansial ada beberapa perbedaan dan ketiganya, yang kemudian di jelaskan oleh Eka Gunawan sebagai berikut :
Namun, tetap secara subsatansial ada beberapa perbedaan antara ketiganya, yang kemudian di jelaskan oleh Eka Gunawan sebagai berikut :
1. Modernisasi
o   Modernisasi
o   Modernisasi mutlak ada dan diperlukan oleh setiap negara.
2. Westernisasi
o   Mutlak pembaratan
o   Munculnya westernisasi karena perkembangan masyarakat modern itu terjadi di dalam kebudayaan barat yang disajikan dalam bentuk barat. Sedangkan bentuk barat itu sering kali dipandang sebagai satu-satunya kemungkinan yang ada.
3. Sekularisasi
o   Berorientasi semata-mata kepada kepentingan duniawi.
o   Tidak terikat pada nilai-nilai keagamaan.

Faktor-faktor yang dapat menimbulkan westernisasi :
§  Kurang penguasaan dan berkembangnya IPTEK
§  Masyarakat yang bersifat komsumtif terhadap barang-barang luar negeri.
§  Masuknya budayabarat dan akulturasi budaya.
§  Kurangnya kesadaran masyarakat dan memilah budaya yang baik atau buruk.
§  Munculnya keinginan untuk mencari kebebasan seperti negara-negara barat.
§  Meniru gaya berbusana rambut serta gaya hidup kebarat-baratan.
Dampak positif terjadi westernisasi :
·         Dapat menguasai IPTEK.
·         Terjadinya akulturasi budaya sehingga tidak mengalami kebosanan budaya karena masyarakat selalu menginginkan hal-hal yang baru.
·         Dapat mengikuti mode pakaian dan gaya hidup yang sedang popular.
·         Penggunaan Bahasa-bahasa lain dalam komunikasi dalam meningkatkan wawasan ilmu pengetahuan.
·         Munculnya ide-ide baru yang dapat membantu kemajuan IPTEK.


Dampak negative terjadi westernisasi :
Ø  Masuknya paham-paham barat yang dapat merusak moral bangsa.
Ø  Lunturnya jiwa nasionalisme bangsa.
Ø  Melunturkan semangat cinta akan bangsa dan budaya sendiri.
Ø  Gaya hidup yang bersifat konsumtif.
Ø  Mencari segala sesuatu yang instan.
Ø  Budaya barat yang dikenal dengan konsep liberalisme yang mengakibatkan munculnya seks bebas, pornografi, dan lain-lain.

Contoh pengaruh westernisasi :
Ø  Mengkonsumsi makanan siap saji (fastfood).
Ø  Gaya hidup yang glamorisasi (bermewah-mewahan).
Ø  Pemaknaan symbol secara berlebihan.
Ø  Adanya masyarakat yang menganut paham :
*      Kapitalisme
*      Hedonisme
*      Sekularisme
Ø  Meniru cara berpakaian gaya barat
Ø  Mencat warna rambut yang kepirang-pirangan seperti orang barat.
Ø  Mencampur Bahasa Indonesia dengan inggris sebagai gaya Bahasa.
Ø  Banyaknya kosakata Bahasa Indonesia yang diambil dari Bahasa lain (khususnya Bahasa inggris)

Di dalam proses westernisasi, ada beberapa fakta penting dimana didalam proses pemasukkan nilai-nilai barat, maka itu berarti sang actor pembawanya dari barat haruslah berhasil didalam penggeseran nilai-nilai masyarakat pribumi entah itu yang berhubungan dengan budaya, kebangsaan, kesukuan, ataupun agama. Sementara, westernisasi merupakan pendifusian nilai-nilai barat ke dalam nilai-nilai local. Hal ini di indikasikan dengan mulai memudarnya budaya local dan kecenderungan homogenis budaya dunia. Sedangkan deteritorialisasi mengacu kpeda memudarnya peran negara sebagai actor. Memudarnya peran itu terutama berpengaruh terhadap kebebasan individu. Individu yang bebas berinteraksi dan melakukan tindakan apapun tentu akan lebih memudahkan masuknya pengaruh dari luar. Berbeda halnya ketika kekuatan negara masih nyata yang memungkinkan adanya upaya untuk menyaring budaya luar.
      Dalam kehidupan modern, hukum memiliki posisi yang cukup sentral, hampir sebagian besar sisi dari kehidupan manusia telah diatur oleh hukum, baik yang berbentuk hukum tertulis maupun hukum yang tidak tertulis. Perubahan social yang terjadi di masyarakat tidak dapat diakomodasikan dengan undang-undang saja, akan tetapi hukum (ahli hukum) secara teoritis hams dapat menjelaskan fenomena yang terjadi. Penjelasan secara teoritis inilah yang terrkadang sulit dilakukan karena masih melekatnya alam pikiran dogmatis dan positivistis yang mengembalikan segala sesuatunya hanya pada peraturan atau undang-undang.
      Salah satu proses social yang terlihat dalam dinamika hukum adalah apa yang terjadi di pengadilan. Untuk memahami proses social yang terjadi di sana, maka kita perlu memahami arsitektur pengadilan. Pengadilan tidak hanya terdirimdari gedung, hakim, peraturan yang lazim dikenal oleh ilmu hukum, melainkan merupakan suatu interaksi antara pelaku yang terlibat dalam proses pengadilan. Bekerjanya pengadilan menggambarkan interaksi antara sistem hukum dan masyarakat.
      . Artburthnot mengatakan bahwa hukum adalah lubang tanpa dasar yang melahap segala sesuatu. Apa yang dikemukakannya menunjukkan bahwa hukum sebagai sebuah pranata maupun institust memiliki kekuatan yang besar untuk mempengaruhi nasib seseorang, bahkan citra tentang bangsanya. Hukum modern sangat berbeda dengan hukum tradisional yang digantikannya. Sistem hukum yang sebenarnya baru muncul bersamaan dengan munculnya hukum modern. Ada beberapa karakteristik yang terdapat pada hukum modern menurut Unger yakni :
v  Bersifat public, dikaitkan dengan kekuasaan yang terpusat.
v  Bersifat positif, merupakan kaidah yang di positifkan.
v  Bersifat umum, untuk semua golongan di dalam masyarakat.
v  Bersifat otonom secara substantive, institusional, metodologis dan okupasional.
Hukum modern menuntut banyak persyaratan dan kesiapan structural dan administratif. Hal tersebut berarti bahwa hanya dengan tingkat kesiapan tertentu saja hukum modern dapat dilaksanakan dengan baik. Ketidaksiapan structural dan administratif menyebabkan hukum bersifat koesif, kendati negara tersebut merupakan negara hukum. Disebabkan oleh kalangan tenaga yang terampil dan administrasi yang mapan, maka hukum masih lebih banyak yang bertumpu pada penggunaan paksaan (coercion). Hukum berkembang sesuai dengan tersedianya sumber-sumber dalam masyarakat. Kehadiran suatu sistem hukum merupakan fungsi dari konfigurasi kekuatan sosial masyarakat.
Penerapan bulu tanpa pandang bulu dalam arti semua orang di perlakukan sama di depan hukum tanpa memperhatikan latar belakang, social-ekonomi, jenis kelamin atau suku merupakan perwujudan universalisme. Masyarakat tradisional cenderung bersifat partikularisme, dalam arti cenderung menerapkan hukum dan memperlakukan orang lain secara berbeda, dan yang lebih menguntungkan lapisan masyarakat yang satu tetapi merugikan lapisan masyarakat yang lainnya. Pria berbeda dengan wanita, golongan bangsawan berbeda dengan golongan masyarakat biasa, suku sendiri berbeda dengan suku lain, agama sendiri berbeda dengan agama orang lain, dan lain sebagainya.
Seiring dengan perkembangan zaman, hukum di Indonesia sudah semakin dikembangkan sesuai dengan undang-undang dan pasal yang berlaku. Akan tetapi, akibat perkembangan zaman yang begitu pesat dengan berbagai macam kecanggihan dari segi globalisasi, modernisasi dan westernisasi yang di terima oleh masyarakat Indonesia, banyak sekali hal-hal yang membuat masyarakat itu sendiri terjerumus ke dalam hal-hal yang melanggar hukum dan harus dikenakan sanksi sesuai dengan undang-undang dan pasal yang berlaku. Misalnya seperti :

1. Globalisasi
·         Dari segi saluran media massa
Media massa adalah salah satu saluran-saluran globalisasi adalah media massa. Media massa baik cetak ataupun tidak yang memuat banyak gambar desain baju yang diambil dari style baju budaya barat yang lebih terkenal dengan style seksi dan banyak ditiru oleh masyarakat Indonesia dan dapat melanggar norma agama karena memperlihatkan aurat tubuh terutama bagi kaum wanita sehingga hal ini dapat melanggar hukum karena telah melanggar norma agama.
·         Dari segi saluran media social
Media social adalah saluran globalisasi yang memiliki pengaruh bagi perkembangan zaman yang sangat pesat ini. Contoh media social yang sering juga digunakan oleh masyarakat di zaman modern adalah youtube. Tidak sedikit kemungkinan masyarakat di zaman kini banyak yang meyalahgunakan situs ini, selain untuk menonton film yang di izinkan oleh negara, namun ada pula masyarakat yang menonton bahkan mengakses video porno sehingga dapat merugikan banyak orang dan dapat melanggar hukum dan melanggar norma agama, sehingga bisa diberi sanksi sesuai dengan undang-undang dan pasal yang telah diberlakukan.

2. Modernisasi
            Modernisasi juga dapat menjerumuskan masyarakat ke dalam hal-hal yang bisa berkaitan dengan hukum. Seperti di zaman modern ini berbagai macam produk baru sudah mulai bermunculan. Seperti rokok, berbagai jenis narkoba, kosmetik yang di campur dengan bahan kimia dan lain sebagainya.

3) Westernisasi
          Westernisasi sudah berkembang di masyarakat luas. Dan hal ini menuntut kita untuk mewaspadai manakah yang bisa diterima dan mana yang tidak perlu diikuti.Westernisasi adalah arus besar dalam dimensi politik, social, kultur budaya, pengetahuan dan seni untuk mengubah karakter kehidupan bangsa bangsa di dunia secara umum dan negara-negara Islam khusunya menjadi paham-paham barat. Hal itu dilakukan demi tujuan menghilangkan karakter dasar mereka dan menjadikan mereka anggota keluarga yang loyal terhadap peradaban barat.

  

PENUTUP


Kesimpulan
      Perkembangan zaman di Indonesia menyebabkan budaya baru yang muncul. Budaya baru ini akan sangat berdampak buruk bagi pola kehidupan masyarakat di Indonesia, apabila masyarakat Indonesia tidak mampu mengadopsinya dengan baik. Perubahan zaman ini tidak pernah lepas dari faktor yang mempengaruhinya seperti Globalisasi, Modernisasi, dan Westernisasi. Globalisasi merupakan perkembangan kotemporer yang mempunyai pengaruh dalam mendorong berbagai kemungkinan tentang perubahan dunia yang berlangsung. Globalisasi melalui beberapa saluran. Salah satu contoh globalisasi adalah media massa. Media massa memiliki pengaruh positif bagi masyarakat tradisional, karena masyarakat tradisional menganggap bahwa media massa adalah sarana komunikasi yang memiliki kekuatan gaib karena memuat gambar yang belum pernah mereka lihat sebelumnya sehingga dapat menambah wawasan bagi masyarakat yang menggunakannya. Sedangkan bagi masyarakat modern, media massa memberi pengaruh positif yaitu bisa menambah wawasan mereka namun memberi pengaruh negative juga karena mengundang masyarakat tersebut untuk meniru apa yang dimuat didalam media massa tersebut. Modernisasi adalah proses perubahan masyarakat dari masyarakat tradisional menuju masyarakat modern. Masyarakat tradisional selalu diidentikkan dengan masyarakat desa, meskipun tidak semua masyarakat desa bersifat tradisional. Masyarakat tradisional individu tidak bisa dipisahkan dari lingkungannya. Mereka berhubungan dengan alam secara langsung dan terbuka. Pola makan dan keistirahatan masyarakat tradisional lebih teratur. Sehingga, kekebalan tubuh masyarakat tradisional lebih kuat dan masyarakat tradisional pun lebih percaya pada pengobatan herbal yang terdiri dari bahan-bahan alami untuk kesehatan tubuh mereka. Masyarakat modern adalah masyarakat yang lebih mengedepankan rasionalitas dan lebih terbuka pada hal-hal yang baru. Hingga membuat masyarakat modern tersebut menjadi kurang memperdulikan kondisi tubuh mereka dan membuat mereka mudah terserang penyakit. Masyarakat modern juga lebih mempercayai pengobatan medis yang terdiri dari zat-zat kimia. Westernisasi sudah berkembang di masyarakat luas. Dan hal ini menuntut kita untuk mewaspadai manakah yang bisa diterima dan mana yang tidak perlu diikuti.Westernisasi adalah arus besar dalam dimensi politik, social, kultur budaya, pengetahuan dan seni untuk mengubah karakter kehidupan bangsa bangsa di dunia secara umum dan negara-negara Islam khusunya menjadi paham-paham barat. Hal itu dilakukan demi tujuan menghilangkan karakter dasar mereka dan menjadikan mereka anggota keluarga yang loyal terhadap peradaban barat. Westernisasi sudah berkembang di masyarakat luas. Dan hal ini menuntut kita untuk mewaspadai manakah yang bisa diterima dan mana yang tidak perlu diikuti.Westernisasi adalah arus besar dalam dimensi politik, social, kultur budaya, pengetahuan dan seni untuk mengubah karakter kehidupan bangsa bangsa di dunia secara umum dan negara-negara Islam khusunya menjadi paham-paham barat. Hal itu dilakukan demi tujuan menghilangkan karakter dasar mereka dan menjadikan mereka anggota keluarga yang loyal terhadap peradaban barat.

Saran

         Kita masyarakat Indonesia sebaiknya ramai-ramai melestarikan kebudayaan negara kita sendiri. Agar tetap bisa kita wariskan ke anak dan cucu kita selanjutnya nanti. Kita juga bisa menerima masuknya budaya lain agar tidak terlalu ketinggalan zaman sekali. Tetapi jangan lupa untuk memilah-milah mana budaya yang pantas untuk di ambil dan kita terapkan di negara kita, karena budaya kita berbeda dari budaya barat.


DAFTAR PUSTAKA

Keseimbangan adalah kunci keselamatan hidup di dunia:

Safril Mubah , Strategi Meningkatkan Daya Tahan Budaya Lokal dalam Menghadapi Arus Globalisasi, Tahun 2011, Volume 24, Nomer 4 Hal: 302-308

Agus Raharjo, FENOMENA CHAOS DALAM KEHIDUPAN HUKUM INDONESIA,

Subakti Ramlan, Memahami Ilmu Politik:Grasindo

Maryati Kun, Sosiologi:Esis(2001 pada penerbit Erlangga)

Kosim, Ruhimat Mamat, Supriana Nana, Ilmu Pengetahuan Sosial (Geografi,Sejarah,Sosiologi, Ekonomi): Grafindo Medi Pratama (2006)