PROPOSAL KEWIRAUSAHAAN
WARUNG KOPI SEDERHANA
PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang
Usaha adalah suatu
bentuk bisnis yang dapat menghasilkan perekonomian yang lebih baik, sehingga
dapat memenuhi kebutuhan hidup seseorang. Suatu badan usaha yang kita jalankan
dapat menghasilkan laba atau pendapatan yang semaksimal mungkin menyelenggarakan usaha yang bermanfaat dan
menguntungkan dalam kesejahteraan hidup.Selain itu dalam menjalankan usaha
harus mengikuti aturan perekonomian yang rasional, sehingga dapat membantu
pembangunan yang sedang dilaksanakan oleh pemerintah.
Untuk dapat memenuhi
kebutuhan masyarakat pemerintah tidak hanya bekerja sendiri, tetapi juga membuka
luas bagi pihak swasta untuk berpatisipasi memenuhi permintaan akan kebutuhan
pokok masyarakat yang makin meningkat.
Aktifitas perdagangan merupakan
suatu komponen ekonomi dan merupakan sarana untuk memenuhi kebutuhan pokok
masyarakat, maka saya berinisiatif untuk membuka usaha warung kopi. Warung kopi
adalah salah satu usaha yang tidak sedikit dikunjungi masyarakat, tetapi juga
menjadi salah satu usaha yang banyak dilakukan atau dibuka oleh masyarakat.
Selain menyediakan kopi, warung kopi ini juga menjual produk lain seperti rokok,
minuman soda, minuman segar, dan mie instant.
Berdasarkan latar
belakang yang telah diuraikan diatas maka proposal usaha warung kopi ini
diangkat oleh penulis diteliti lebih jelas ke dalam proposal ini yang berjudul
“PROPOSAL KEWIRAUSAHAAN USAHA WARUNG KOPI SEDERHANA”
1.2 Rumusan Masalah
- Apakah
usaha WARUNG KOPI SEDERHANA merupakan usaha yang menguntungkan ?
- Bagaimana saluran pemasaran usaha WARUNG KOPI SEDERHANA?
1.3 Tujuan Usaha
- Untuk mengetahui
apakah usaha WARUNG KOPI SEDERHANA merupakan suatu usaha yang
menguntungkan.
- Untuk
mengetahui saluran pemasaran usaha WARUNG KOPI SEDERHANA.
DESKRIPSI USAHA
2.1 Gambaran Umum Rencana Usaha
Warung Kopi merupakan
bisnis perdagangan makanan dan minuman sederhana yang bertujuan untuk mencari
keuntungan tanpa harus mengeluarkan modal yang terlalu besar. Dan hasil dari
sebagian keuntungan tersebut dapat digunakan sebagai tambahan modal untuk
pengembangan usaha kedepan. Warung Kopi untuk kalangan masyarakat umum termasuk
bagi para driver bus-bus pariwisata juga merupakan solusi yang terbaik bagi
mereka yang ingin beristirahat sebelum ataupun sehabis kerja, bersantai dan
bercerita dengan yang lainnya.
Dilihat
dari prospek usaha Warung Kopi sangat berpotensi untuk menjadi usaha sampingan setiap
orang termasuk bagi para mahasiswa karena waktu kerja tidak menghalangi proses
belajar. Selain itu tugasnya untuk membantu mahasiswa serta menambah
pengalaman, bukan hanya mencari keuntungan.
Kelebihan
bisnis ini adalah tidak perlu modal yang terlalu besar namun tetap memperoleh
keuntungan, dan tidak perlu menyewa tempat atau mencari lokasi ke tempat lain
karena lokasi untuk bisnis ini bisa dilakukan di halaman sekitar rumah sendiri.
Tahap
awal yang dilakukan dalam membangun usahanya yaitu dengan melakukan promosi
dari mulut ke mulut agar lebih banyak lagi masyarakat yang mengetahui tentang
bisnis Warung Kopi tersebut.
2.2 Profil Badan Usaha
Profil badan
usaha memudahkan pembaca untuk mengetahui jenis dan lokasi usaha ini lebih
detail. Berikut penulis paparkan profil badan usaha tersebut.
2.2.1 Nama
Usaha
Usaha sederhana berupa mie instant, kopi, minuman segar,
minuman soda serta rokok ini akan kami namakan
“Warung Kopi Sederhana”.
2.2.2 Lokasi
Lokasi usaha yang di rencanakan akan diproduksi
yakni, di Pasar Kemis Kp. Kebon Kelapa-Suka Asih.
2.2.3 Target Pelanggan
Target pelanggan untuk penjualan Warung Kopi
Sederhana ini adalah masyarakat umum termasuk bagi para driver bus pariwisata
yang kebetulan tempat loket untuk bus-bus ini juga ada pada di lokasi ini.
2.3 Faktor Penghambat Dan Pendukung
Setiap usaha yang di
jalankan, pasti ada yang sukses dan ada yang belum sukses seperti hal nya usaha
ini. Ada beberapa hal yang menurut kami akan menghambat dan sangat mendukung
dalam menjalankan usaha ini.
2.3.1 Faktor Penghambat
Adapun faktor penghambat dalam usaha ini adalah banyaknya
usaha yang sama, sehingga semakin berat persaingan dalam usaha ini untuk
mencari pelanggan tetap dan memperoleh keuntungan.
Tapi kami sudah merencanakan untuk memecahkan masalah
faktor penghambat tersebut yaitu dengan berhati- hati dalam mengelola setiap
anggaran dana yang akan di keluarkan.
2.3.2 Faktor Pendukung
Adapun faktor pendukung usaha ini diantaranya:
1. Kondisi
lingkungan yang memadai
2. Higienis
dan harga yang relative terjangkau
3. Merupakan
salah satu bagian produk yang banyak digemari oleh konsumen
PEMBAHASAN
3.1 Aspek – Aspek Usaha
3.3.1 Aspek Pemasaran
Kegiatan pemasaran mempunyai peran sangat penting dalam kelancaran suatu
usaha. Lancar tidaknya usaha ini selain dilihat dari kualitas produk, juga
tergantung dari bagaimana cara kita sebagai produsen memasarkannya dengan
strategi yang baik. Dalam usaha ini saya melakukan cara pemasaran langsung yaitu memasarkan produk secara langsung kepada konsumen tanpa perantara
lain. Cara ini dilakukan pada usaha dengan kapasitas yang kecil atau secara
skala rumah tangga. Keuntungan memperoleh laba dalam menggunakan jalur
pemasaran ini lebih besar daripada pemasaran tidak langsung karena tidak
memberikan jasa kepada pengecer atau distributor.
3.3.2 Aspek Teknis
Teknis pembuatan dari
Warung Kopi ini adalah dengan membeli produk berupa kopi, mie instant, minuman segar, minuman soda serta rokok yang
sekiranya simple, sederhana dan banyak digemari oleh masyarakat umum sehingga
tidak membutuhkan modal yang terlalu besar dalam menjalani usaha ini. Warung
Kopi memang usaha sampingan yang pas dalam memulai langkah awal dalam membangun
usaha dan memperoleh keuntungan.
3.2 ASUMSI RINCIAN BIAYA PERBULAN
- Biaya
Perlengkapan
·
Etalase Rp
225.000
·
Gas 3 kg Rp
20.000
- Biaya Modal
Produksi (variable)
- Pembelian
Produk Barang :
1. Sedotan 1
pack Rp. 5.000
2. Plastik kemasan 1/4 kg 1bks Rp. 6.000
3. Mie instant 1
dus Rp.
76.000
4. Kopi:
·
Kapal
Api Mix 3 renceng Rp. 29.100
·
Luwak
White Coffee 2 renceng Rp. 19.500
·
ABC
Susu 2 renceng Rp. 19.200
5. Teh botol sosro 1 krat Rp. 45.000
6. The Pucuk 350ml 2
dus Rp. 100.000
7. Aqua botol 1500ml 12
dus Rp. 474.000
8. Aqua botol 600ml 1 dus Rp. 39.200
9. Air minum 2 galon Rp
112.000
10. Minuman soda:
·
Sprite 1 krat Rp. 70.000
·
Fanta 1
krat Rp. 70.000
11. Rokok:
·
Sampoerna
Mild 6 slop @183.000 Rp.1.098.000
·
Classmild 2 slop @164.200 Rp. 328.400
·
Djarum
Super Mild 1 slop
@172.000 Rp. 172.000
·
234
Rokok KRT 1 slop @139.000 Rp. 139.000
·
LA
Filter Light 1 slop
@167.200 Rp. 167.200
·
Dunhill 1 slop @187.200 Rp. 187.200
·
Djarum
Super Filter 1 slop
@146.700 Rp. 146.700
·
GG
Surya Filter 1 slop
@186.200 Rp. 186.200
·
GG
Filter Merah 1 slop @
290.200 Rp. 290.200
- Biaya
Transport Rp. 200.000
Rekapitulasi Biaya
1. Biaya
Modal Awal :
Rp 2.190.000
2. Biaya
Transport :
Rp 100.000
Total
Pengeluaran :
Rp 2.290.000
3.2.1 ASUMSI
PROYEKSI PENDAPATAN
Pendapatan per hari :
·
Rokok :
8 bks @ Rp 20.000 Rp 160.000
Keuntungan per hari :
8 bks @ Rp 2.000 Rp 16.000
Pendapatan per (22 hari) : 176 bks @ Rp 20.000 Rp.
3.520.000
·
Aqua 1500ml : 5 btl @ Rp 6000 Rp
30.000
Keuntungan
per hari : 5 btl @ Rp 2000 Rp
10.000
Pendapatan
per (22 hari) : 110 btl @ Rp 6000 Rp 660.000
·
Teh Pucuk 350ml : 7 btl @ Rp 4.000 Rp
28.000
Keuntungan per hari : 7 btl @ Rp 2000 Rp 14.000
Pendapatan per (22 hari) : 154 btl @ Rp 4.000 Rp
616.000
·
Minuman Soda : 5 btl @ Rp 5.000 Rp
25.000
Keuntungan per hari :
5 btl @ Rp 2000 Rp
10.000
Pendapatan per (22 hari) : 110 btl @ Rp 5.000 Rp
550.000
·
Kopi :
6 pcs @ Rp 4.000 Rp 24.000
Keuntungan per hari :
6 pcs @ Rp 1.000 Rp 6.000
Pendapatan per (22 hari) : 132 pcs @ Rp 4.000 Rp
528.000
·
Mie instant : 5 pcs @ Rp 8.000 Rp 40.000
Keuntungan per hari :
5 pcs @ Rp 1.000 Rp 5.000
Pendapatan per (22 hari) : 110 pcs @ Rp 8.000 Rp
880.000
Diasumsikan dari pendapatan diatas, maka pendapatan
setiap bulan dari usaha Warung Kopi ini adalah sebesar Rp 6.754.000. Pendapatan
ini tidaklah selalu berjumlah seperti itu tiap bulannya dan bukan termasuk
pendapatan bersih karena belum dikurangi biaya-biaya yang diperlukan.
Adakalanya penjualan meningkat pada saat-saat tertentu seperti ketika libur
lebaran, karena berketepatan usaha ini bersamaan dengan terbukanya juga usaha loket
bus pariwisata sehingga banyak orang-orang (penumpang) yang menunggu
keberangkatan dengan bersantai di warung kopi tersebut. Oleh karena itu kami
menyimpulkan bahwa pendapatan Rp 6.754.000 itu adalah pendapatan yang paling
terendah tiap bulannya.
KESIMPULAN
4.1 KESIMPULAN
Setelah melalui
pembahasan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa usaha dari Warung Kopi ini
sudah sangat layak untuk dijalankan. Dalam cara menjalankannya pun terlihat
tidak terlalu sulit, sehingga proses penjualannya pun tidak terlalu memakan
waktu dan pikiran. Setelah itu, modal yang diperlukan untuk menjalankan usaha Warung
Kopi ini pun tidak terlalu banyak, sehingga tidak akan terlalu menyulitkan
kegiatan belajar mahasiswa.
Akhir kata, besar
pengharapan saya untuk memperoleh keuntungan dalam kegiatan usaha dagang Warung
Kopi sederhana ini. Karena setelah dilakukan penghitungan, ternyata keuntungan
yang didapatkan dari usaha ini selain bermanfaat pengetahuan, relasi, kita juga
memperoleh keuntungan dalam bentuk materi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar